IHSG Terpantau Lemah Masih di Zona Merah
Dian Ardiansyah Sep 5, 2017 0 Comments

IHSG Terpantau Lemah Masih di Zona Merah

Jakarta, BisnisPro.Id, – Mengikuti perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan nampaknya masih terus akan mengalami pelemahan di perdagangan pada hari ini dikarenakan mencuatnya anggapan bahwa daya beli masyarakat yang melemah.

Selaku Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai, hal yang menyebabkan persepsi tersebut adalah tingkat deflasi sebesar 0,07 persen pada bulan Agustus merupakan faktornya. Masalahnya, ketika data itu dirilis kemarin, IHSG masih belum juga mampu berpindah ke zona hijau.

Walaupun jumlah aksi jual pelaku pasar lebih banyak dibandingkan dengan transaksi beli. Reza memprediksikan, situasi yang sama kembali terjadi pada perdagangan hari ini.

“Aksi jual pun masih marak yang terefleksi dari meningkatnya volume jual. Secara tren masih dimungkinkan bagi IHSG untuk kembali melemah,” terang Reza dalam risetnya, dikutip Selasa (5/9).

Lemahnya daya beli masyarakat merupakan salah satu faktor, hal lain yang mempengaruhi adalah perhatian dunia saat ini terhadap peluncuran rudal balistik antar benua oleh Korea Utara. Reza memproyeksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.771-5.792 dan resistance 5.848-5.882.

Sedangkan, Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya mengemukakan, rilis data deflasi sendiri akan berdampak positif bagi laju IHSG dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri untuk jangka panjang.

Namun, jika masih terjadi koreksi pada IHSG, maka pelaku pasar dapat memanfaatkannya dengan melakukan akumulasi beli secara selektif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

“Ini dikarenakan jika capital inflow kembali terjadi ke dalam pasar modal Indonesia maka peluang saham berkapitalisasi besar akan cukup menarik untuk dijadikan sasaran masuk bagi investor luar,” papar William dalam risetnya.

Dengan kata lain, pelaku pasar sudah lebih dulu masuk dalam saham-saham tersebut ketika harganya masih murah. Pada hari ini, William memprediksi, IHSG berada dalam jarak antara support 5.797 dan resistance 5.882.


Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin sempat melemah 50,31 poin ke level 5.813. Nilai tukar rupiah juga terkoreksi 21 poin atau 0,16 persen pada level Rp13.339 per dolar AS.

Sementara itu, kondisi yang berbeda terlihat pada laju bursa saham Wall Street. Tiga indeks utamanya ditutup menguat kemarin malam. Dow Jones naik 0,18 persen, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh 0,2 persen dan 0,1 persen.

Leave a Reply

Leave a facebook comment