RI Akan Menduduki 5 Besar Ekonomi Dunia Pada 2030
Dian Ardiansyah Sep 8, 2017 0 Comments

RI Akan Menduduki 5 Besar Ekonomi Dunia Pada 2030

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa kedepan indonesia akan masuk dalam lima besar ekonomi dunia pada tahun 2030 mendatang, seperti yang dilansir oleh Price waterhouse Coopers (PwC).

Menkeu berpandangan bahwa, jika dilihat berdasarkan purchasing power parity (PPP) saat ini Indonesia telah masuk kedalam 20 besar negara dengan pendpaatan ekonomi terbesar. Ani (Sri Mulyani) bahkan menambahkan bahwa Indonesia kini telah naik peringkat ke posisi 11.

“Jadi kalau PPP dihitungnya 2030 tentu ini masuk akal saja yang disampaikan oleh PwC,” kata Menkeu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 7 September 2017.

Menkeu menilai apa yang dipublikasikan oleh PwC sama halnya dengan proyeksi yang dibuat menggunakan asumsi. Asumsi yang muncul karena dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi dibanding negara-negara lain yang masuk dalam list PBB. Tepat diatas Indonesia ada India, Jepang, Amerika dan Tiongkok.

Kendati demikian, pemerintah tidak ingin berpuas diri setelah menadapat ranking tersebut, karena ia menilai Indonesia tidak ingin dinilai sebagai negara ekonomi dengan nilai atau ukuran tanpa mementingkan kualitas. kualitas yang terukur bisa dilihat dari kesejahteraan masyarakat luas.

“Oleh karena itu dalam APBN dan banyak kebijakan pemerintah itu bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tapi kita ingin ini bisa lebih berkeadilan, inklusif, makanya APBN kita dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat yang paling bawah,” jelasnya.

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara berkembang lainya diprediksi akan ikut menduduki peringkat teratas sebagai penyokong kekuatan ekonomi dunia berdasarkan data publikasi PwC pada 2030 mendatang.

PwC menjelaskan bahwa negara-negara berkembang seperti India dan Brazil akan menekan dominasi ekonomi dunia Amerika Serikat dan Tiongkok. Data tersebut merujuk pada pertumbuhan GDP berdasarkan purchasing power parity (ppp) yang berdasarkan kepada rasio daya beli berdasarkan nilai mata uangnya.

Dalam laporan tersebut terholah ada beberapa negara yang akan naik menjadi kekuatan dunia baru meskipun dominasi duo negara kuat Amerika dan Tiongkok masih tampak. Yang mengejutkan bahkan Indonesia akan di prediksi sebagai peringkat lima di atas Rusia, Arab Saudi, Jerman dan Inggris.

Hal ini karena diprediksi Indonesia akan menjadi pilihan alternatif investasi dan perdagangan selain Tiongkok dan India. Indonesia mendapat sentimen positif akibat cepatnya perkembangan pertumbuhan ekonomi Asia.

Berikut daftar 21 negara itu:

1. Tiongkok USD38,008 triliun.
2. Amerika Serikat USD23,475 triliun.
3. India USD19,511 triliun.
4. Jepang USD5,606 triliun.
5. Indonesia USD5,424 triliun.
6. Rusia USD4,736 triliun.
7. Jerman USD4,707 triliun.
8. Brasil USD4,439 triliun.
9. Meksiko USD3,661 triliun.
10. Inggris USD3,638 triliun.
11. Prancis USD3,377 triliun.
12. Turki USD2,996 triliun.
13. Arab Saudi USD2,755 triliun.
14. Korea Selatan USD2,651 triliun.
15. Italia USD2,541 triliun.
16. Iran USD2,354 triliun.
17. Spanyol USD2,159 triliun.
18. Kanada USD2,141 triliun.
19. Mesir USD2,049 triliun.
20. Pakistan USD1,868 triliun.
21. Nigeria USD1,794 triliun.

Leave a Reply

Leave a facebook comment