Dian Ardiansyah Sep 10, 2017 0 Comments

Kontrak Baru PTPP Capai Rp 24,05 Triliun

Jakarta, BisnisPro,Id – Hingga pertengahan tahun, Agustus 2017, PT PP Tbk (PTPP) berhasil mendapatkan kontrak sebesat Rp 24,05 Triliun. Jumlah tersebut didapat dari hasil terakhir pada bulan Juli yaitu sebesar Rp 21,9 Triliun  dan pendapatan di bulan Agustus sebesar Rp 2,15 trilliun.

“Apartemendi Batam sebesar Rp 999,5 miliar milik Pollux yang bekerja sama dengan BJ Habibie itu yang paling besar didapat di bulan Agustus,” ungkap Sekretaris Perusahaan PTPP, Nugroho Agung Sanyoto.

Pada akhir tahun yang nanti, PTPP menargetkan kontrak sebesar rp 40,6 Triliun. Kontrak yang didapat PTPP Sampai dengan akhir Agustus ini menggambarkan 59,23% dari  target kontrak persuahaan sepanjang tahun. Di semester awal tahun ini, PTPP membukukan pendapatan perusahaan sebesar Rp 8,1 trilliun atau tumbuh sebesar 26 % dibandingkan dengan periode lalu. Sedangkan pada laba bersih menigkat 53% pada year-on-year (yoy) menjadi Rp 631 Milliar di semester 1 2017, total laba bersih Rp 1,7 trilliun.

Perlu diketahui, per Juli 2017 laba bersih yang di catat dalam buku perseroan sebesra Rp 732 Milliar yang artinya meningkat 70% dibanding periode yang sama pada tahun lalu 2016 yaitu sebesar Rp 431 Milliar. Hingga di akhir Juli, perseroan telah berhasil mencapai 43% dari total laba bersih yang ditargetkan perseroan sebesar Rp 1,7 Triliun. Karena hal tersebut PTPP yakin bisa menjadi perusahaan kontruksi dan investasi terbesar di Asia Tenggara.

“Kami akan terus bekerja keras dan berinovasi tanpa henti untuk mengejar keunggulan operasional yang lebih baik dengan perbaikan kapasitas engineering serta peningkatan kapabilitas keuangan demi melangkah yang jauh lebih tinggi lagi, sesuai visi baru Perseroan, yakni menjadi ASEAN Class Company,” ujar Direktur Utama PT PP Tbk, Tumiyana.

Selain itu, perseroan dalam waktu dekat akan membawa anak usahanya listing di pasar modal yaitu, PT PP Presisi yang akan melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di bulan November 2017. Perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan sipil, ready mix, formwork, erector dan rental ini membidik dana IPO sebesar Rp 3 triliun dengan melepas saham maksimal 35% ke publik.

Nantinya, dana hasil IPO tersebut sebagian besar (70%) akan digunakan oleh PP Presisi untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) dan sisanya (30%) akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perusahaan.

Leave a Reply

Leave a facebook comment