Dua Emiten Berpotensi Batal Dihapuskan Dari Lantai Bursa
Dian Ardiansyah Sep 15, 2017 0 Comments

Dua Emiten Berpotensi Batal Dihapuskan Dari Lantai Bursa

Jakarta, BisnisPro.Id, – Sejumlah empat emiten berpotensi dilakukanya penghapusan pencatatan secara paksa (force delisting)  oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dikarenakan para emiten tersebut belum juga menyerahkan laporan keuangan sampai dengan pertengahan tahun ini.

Tito Sulistio selaku Direktur Utama BEI mengungkapkan, dua dari empat emiten memiliki kesempatan untuk selamat dari potensi force delisting tersebut karena telah diberi peringatan. BEI bersedia memeberikan tenggang waktu untuk emiten yang masih berusaha menyelesaikan kewajibannya.

“Kami sudah bilang, Anda mau bereskan ini tidak? Kalau perusahaan itu bilang kasih waktu, kami akan berkomitmen, kami ikutin lah,” ucap Tito, Kamis (14/9).

Akan tetapi Tito masih kurang berminat menyebutkan nama-nama maupun sektor dari emiten yang masuk dalam daftar force delisting BEI tersebut. Namun pada akhirnya, dirinya akan mengumumkan hal itu dalam waktu dekat.

“Saya tidak mau bilang, karena ada investor mayoritas, kasian,” tambah Tito.

Dua emiten yang berpeluang selamat dari force delisting tersebut berniat akan bertemu dengan pihak BEI minggu depan. Sudah dipastikan bahwa emiten berpotensi terkena force delisting adalah emiten yang tidak memiliki etikat baik untuk melunaskan kewajibannya.

BEI sudah melakukan pemantauan sampai dengan 29 juli 2017 ditemukan ada sekitar 16 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan per kuartal I 2017 dan  belum melaksanakan kewajiban melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

Adapun emiten tersebut diatas diantaranya, PT Borneo Lumbung energi & Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA).

Sedangkan untuk pemenuhan free float Tito menjelaskan, jumlah emiten yang belum memenuhi cenderung menurun. Data tersebut berdasarkan pantauan Bursa per 30 Juni hanya ada 4 emiten yang belum memenuhi free float.

Sementara itu, Tito menyebut jumlah emiten yang belum memenuhi free float semakin sedikit. Bila merujuk pantauan Bursa per 30 Juni, ada empat emiten yang belum memenuhi free float.

Empat emiten tersebut, diantaranya PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI).

Leave a Reply

Leave a facebook comment