Wujudkan Ketahanan Pangan, Indonesia Mulai Swasembada Beras Lagi
Dian Ardiansyah Sep 18, 2017 0 Comments

Wujudkan Ketahanan Pangan, Indonesia Mulai Swasembada Beras Lagi

Jakarta, BisnisPro.Id, – Indonesia saat ini sudah mulai kembali berswasembada beras, cabai segar dan bawang konsumsi. Bahkan, Indonesia kini mulai mengekspor bawang merah. Hal itu dapat tercapai berkat kerjasama yang dilakukakan antara Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Kerjasama kami dengan TNI untuk mewujudkan ketahanan pangan sudah mulai menunjukkan hasil yang baik. Itu terlihat dari tidak adanya impor beras, cabai segar dan bawang konsumsi yang seperti biasanya dilakukan untuk stabilisasi harga di pasar domestik,” ujar Suwandi, Pejabat Pelaksana Tugas Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (15/09/2017).

Suwandi mengemukakan, kemampuan melakukan swasembada dan melakukan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan visi lumbung pangan dunia pada 2045. Langkah selanjutnya adalah swasembada bawang putih dan gula konsumsi pada 2019, kedelai pada 2020, gula industri pada 2024, dan daging sapi pada 2026.

“Kita sudah berada di jalur yang tepat menuju visi kita saat Indonesia berusia satu abad,” tukasnya.

Suwandi mengungkapkan, seiring swasembada tadi, kesejahteraan petani turut meningkat seperti terlihat pada indikator kemiskinan di pedesaan turun 4,7%. “Awalnya penduduk miskin di desa pada Maret 2015 tercatat sebanyak 17,94 juta jiwa dan turun menjadi 17,09 juta jiwa pada Maret 2017,” tuturnya.

Langkah selanjutnya, Kementerian Pertanian terus melaksanakan proses struktural yang menjamin visi lumbung pangan dunia 2045 terwujud. Pertama, mengembangkan industrialisasi berbasis agro berdasarkan keunggulan komparatif.

“Indonesia harus jaya kembali untuk kopi dan rempah-rempah. Integrasi aktivitas hulu-onfarm-hilir dibangun berbasis kawasan berskala ekonomi sehingga diperoleh nilai tambah dan pendapatan penduduk setempat,” jelas Suwandi.

Kedua, memperkuat infrastruktur sehingga memperlancar arus distribusi dari desa ke kota, di desa dibangun jalan, irigasi/embung, listrik, telekomunikasi, lembaga keuangan, pasar tani dan lainnya.

Ketiga, industrialisasi di pedesaan akan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga perlu peningkatan kapasitas SDM menjadi profesional dan produktif. SDM setempat dilatih menggunakan alat mesin, perbengkelan, jasa dan lainnya sesuai standar kompetensi.

Keempat, keterbatasan jumlah petani diatasi dengan mekanisasi. Kementan menyediakan 80.000-100.000 unit alat mesin pertanian setiap tahunnya. Dengan mekanisasi seperti traktor, poma air, rice transplanter, combine harvester dan Rice Milling Unit terbukti bisa menekan biaya hingga 40%, waktu, tenaga, dan menurunkan susut hasil panen antara 4-8% dan meningkatkan mutu.

“Teknologi mekanisasi inilah yang membuat generasi muda kini berminat terjun ke pertanian dan pedesaan, dan generasi muda pun merespon positif program Kementerian Desa-PDT kini,” imbuh Suwandi. (kf/rio)

Leave a Reply

Leave a facebook comment