Indonesia Jauh Dibawah China Dalam Pembangunan Jalan
Dian Ardiansyah Sep 26, 2017 0 Comments

Indonesia Jauh Dibawah China Dalam Pembangunan Jalan

Jakarta, Bisnis,Pro.Id, – Presiden Jokowi menilai bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Jokowi berpandangan bahwa di kawasan Asia, infrastruktur Indonesia berada jauh di bawah China.

“Kita sudah berpuluh-puluh tahun hanya 780 kilometer. Padahal yang namanya China, per tahun bisa membangun 4 ribu sampai 5 ribu kilometer,” kata Presiden Joko Widodo usai meresmikan Jalan Tol Ruas Bawen-Salatiga pada Senin (25/9) sore.

Fokus pembebasan lahan masih menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain itu banyak masalah lain yang terjadi dilapangan seperti penolakan warga, dan lain-lain yang mengakibatkan proses pembangunan lama dan bisa molor.

Kendati demikian, Jokowi menilai bahwa sumber daya manusia Indonesia dalam hal teknis konstruksi tidak kalah jauh dengan negara lain.

“Saya lihat dan cek, ternyata ada di masalah pembebasan lahan. Tapi sekarang kuncinya sudah ketemu, akan kami coba selesaikan. Kalau masalah konstruksi, kita mampu untuk itu”, Jokowi menambahkan.

Setelah sebelumnya ruas tol Bawen-Salatiga telah diuji fungsikan secara gratis sejak 15 September 2017 berbarengan dengan keluarnya Sertifikat Kelayakan dari Dirjen Perhubungan Darat dan Badan Pengelola Jalan Tol.

Tol ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer ini merupakan tahapan ketiga dari Proyek Tol Semarang – Solo sepanjang 73 kilometer.

Sebelumnya, Pemerintah telah berhasil menyelesaikan dan meresmikan tol ruas Semarang-Ungaran sepanjang 10,8 kilometer di tahun 2011 dan Ungaran-Bawen sejauh 12 kilometer di tahun 2014 lalu. Saat ini, Pemerintah tinggal menyelesaikan ruas Salatiga-Solo yang kemudian tersambung dengan ruas tol Solo-Ngawi-Kertosono dan Surabaya.

Leave a Reply

Leave a facebook comment