Kendati BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Tapi Suku Bunga Kredit Masih Tinggi
Fernandes Oct 4, 2017 0 Comments

Kendati BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Tapi Suku Bunga Kredit Masih Tinggi

Jakarta, BisnisPro.id – Langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya dari 4,5% menjadi 4,25% rupanya tidak diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan. Parahnya, yang justru diturunkan adalah suku bunga deposito.

“Kami sesalkan sikap perbankan yang tidak responsif terhadap kebijakan BI. Dunia usaha menyayangkan suku bunga kredit perbankan masih tinggi,” ujar Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Hubungan Internasional di Jakarta, Rabu (04/10/2017).

Shinta menjelaskan, saat ini terjadi gap yang besar antara suku bunga deposito dengan suku bunga pinjaman. Perbankan harus memperhatikan hal tersebut. Karena, jika hal tersebut dibiarkan, maka dunia usaha tidak dapat berkesinambungan (sustainable).

“Perbankan seharusnya mengikuti juga kebiijakan BI tersebut dengan menurunkan tingkat suku bunga kredit,” tukas Shinta.

Shinta mengemukakan, jika perbankan enggan menurunkan tingkat suku bunga kredit maka itu akan menyebabkan pengusaha atau investor kesulitan melakukan ekspansi usaha. Pasalnya, beban biaya produksi dan biaya lainnya akan tetap tinggi.

Shinta memperkirakan, pengusaha baru dapat berekspansi usaha pada 2018-2019. Itupun tampaknya hanya dilakukan sebagian kecil pengusaha. Pasalnya, 2018-2019 adalah tahun politik dimana stabilitas dan suhu politik meningkat dan berdampak pada iklim usaha.

“Saat ini pengusaha berhati-hati sekali, lebih konsolidasi untuk ekspansi, kecuali kalau bunga kredit turun, itu akan membantu. Sekarang mereka tidak mau tambah kredit karena suku bunganya tidak turun tetapi bunga simpanan yang malahan turun,” pungkasnya. (AS/AM)

Leave a Reply

Leave a facebook comment