Nusa Konstruksi Enjiniring Optimistis Capai Target 2 Triliun
Fernandes Oct 6, 2017 0 Comments

Nusa Konstruksi Enjiniring Optimistis Capai Target 2 Triliun

Jakarta, BisnisPro.id – Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (kode saham ’DGIK’) merasa optimistis dapat mencapai target pendapatan sebesar Rp2 triliun pada tahun ini, kendati per September 2017, perseroan baru membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun.

“Kami optimistis dapat mencapai target pendapatan Rp2 triliun tersebut. Walaupun baru Rp1,2 triliun per September 2017, tetapi masih ada beberapa bulan lagi untuk meraih pendapatan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai target tersebut,” ujar Johan Halim, Corporate Secretary DGIK.

Johan mengemukakan hal tersebut dalam acara paparan publik, usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Grandhika Iskandarsyah Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (05/10/2017).

Johan menuturkan, manajemen perseroan pada tahun ini akan merealisasikan dana belanja barang modal (capital expenditure/capex) hanya sebesar Rp20 miliar saja. Itu memang relatif rendah karena perseroan pada tahun ini tidak ada kegiatan untuk menambah atau mengganti berbagai peralatan kerja yang sudah ada.

Terkait dengan pembangunan gedung World Capital Tower (WCT) setinggi 54 tingkat di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Johan menegaskan, hingga kini pekerjaan pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 73% setelah pihaknya melakukan finalisasi pekerjaan arsitektur.

Proyek bernilai sekitar Rp681 miliar tersebut diharapkan selesai pada tahun ini. Jika sudah selesai, maka gedung berlantai 54 tersebut akan menjadi salah satu gedung tertinggi di Indonesia.

Menurut kontrak yang ada, proyek tersebut akan diserahkan kepada pemiliknya pada awal 2018. Pemilik WCT adalah Pollux Properties, sebuah perusahaan properti global di Singapura. WCT akan digunakan untuk perkantoran yang dilengkapi dengan ruang ritel serta sarana hiburan berkelas international.

Johan mengemukakan, penunjukkan perseroan sebagai kontraktor proyek WCT adalah bukti pengakuan dunia international terhadap hasil karya anak negeri. Karena itu, manajemen perseroan bangga karena dapat terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi nasional, khususnya di sektor konstruksi nasional.

Johan juga mengungkapkan, selama lebih dari tiga dasawarsa terjun ke bisnis konstruksi nasional, perseroan telah berhasil membangun sejumlah gedung yang kemudian menjadi ikon nasional. Contohnya, gedung Bursa Efek Indonesia dan BCA Tower di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. (me)

Leave a Reply

Leave a facebook comment