Indef Kritik Utang Luar Negeri Tidak Produktif

Dian Ardiansyah Dec 16, 2017 0 Comments
Indef Kritik Utang Luar Negeri Tidak Produktif

Jakarta, BisnisPro.Id – Hingga akhir tahun 2017 pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) akan naik cukup signifikan dibanding tahun 2016.

Bhima Yudhistira, Peneliti INDEF mengatakan, pada bulan Desember penerbitan surat utang baru sebagai bentuk prefunding kebutuhan anggaran tahun depan akan menaikkan pertumbuhan ULN sektor publik.

“Pemerintah merealisasikan penjualan surat utang negara di awal Desember dalam denominasi dolar AS senilai total US$4 miliar atau setara Rp54 triliun dalam rangka prefunding. Rasio ULN terhadap PDB diperkirakan menembus 35-36%,” kata dia di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Menurut dia, resiko utang juga bisa dilihat dari DSR atau debt to service ratio yang merupakan rasio pembayaran utang terhadap kinerja ekspor. Per triwulan 3 2017 angka DSR Tier 1 menyentuh 26,39%. Angka ini terus naik sejak awal tahun.

Peningkatan DSR membuktikan bahwa utang yang ditarik tidak berkorelasi positif terhadap sektor produktif yakni ekspor. Dibanding 5 tahun lalu DSR masih tercatat 17,28%.

Pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) bulan Oktober masih didorong oleh  ULN sektor publik yang naik 8,4%. Ini menandakan bahwa Pemerintah semakin agresif menambah utang untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan berada dikisaran 2,7% terhadap PDB tahun ini.

Sementara pertumbuhan utang luar negeri swasta mengalami stagnasi dengan tumbuh 1,3% sama dengan bulan sebelumnya. Hal ini menandakan sektor swasta belum berniat menambah kapasitas produksi atau berekspansi. Sebanyak 77% ULN swasta terkonsentrasi di 4 sektor utama yakni keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih. Ke empat sektor tersebut khususnya industri manufaktur masih tumbuh dibawah ekspektasi.

“Hal yang perlu diperhatikan dari ULN adalah peningkatan ULN jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang. Tercatat ULN jangka pendek tumbuh 10,6% sementara ULN jangka panjang tumbuh 3,9%. Resiko missmatch akan menganggu likuiditas swasta maupun sektor publik dalam membayar ULN yang jatuh tempo,” katanya. (WW)

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads