Rupiah Versus Dolar AS Hari Ini, 22 September 2022

Admin Sep 22, 2022 0 Comments
Rupiah Versus Dolar AS Hari Ini, 22 September 2022

Jakarta, BisnisPro.id – Nilai tukar rupiah diproyeksikan tertekan hari ini, Kamis (22/9/2022) oleh penguatan dolar AS usai penetapan suku bunga acuan Federal Reserve yang naik 75 basis poin. Kemarin (21/9/2022) mata uang Garuda ditutup melemah 0,09 persen atau melemah 13,5 poin ke posisi Rp14.997 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun menembus 4 persen untuk pertama kalinya sejak 2007 karena investor memposisikan diri untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut sementara imbal hasil tenor 10 tahun menurun, menggarisbawahi kekhawatiran pasar akan resesi.

Di AS, indeks dolar juga menyentuh rekor tertinggi sementara euro menahan kerugian yang membawanya ke sekitar level terendah 20 tahun. Gejolak ini terjadi setelah The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin dan memberi sinyal kenaikan yang agresif ke depan.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan hari ini rupiah berpotensi dibuka fluktuatif, namun dapat ditutup melemah pada rentang Rp14.980 – Rp15.040 per dolar AS. Hari ini, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG). Hasil rapat kemungkinan akan mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pada bulan ini.

“Pada Agustus lalu, BI menaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak November 2018,” jelasnya dikutip dalam riset harian, Kamis (22/9/2022) Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,4 persen untuk tahun ini.

Angka ini naik 0,2 persen dari perkiraan kenaikan 5,2 persen pada bulan Juli. Proyeksi ADB yang meningkatkan perkiraan kenaikan suku bunga dilakukan seiring dengan momentum yang kuat di sisa tahun ini. Terlebih lagi perekonomian Indonesia cukup solid dengan pertumbuhan 5,23 persen pada paruh pertama tahun ini.

“Ada beberapa aspek yang dipercaya masih akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini adalah konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, hingga kunjungan wisatawan,” ujar Ibrahim.

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads