Rupiah VS Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 November 2023

Muhammad Kemal Farezy Nov 21, 2023 0 Comments
Rupiah VS Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 November 2023

Tangerang, BisnisPro.id – Pada hari ini, Selasa (21/11/2023), terdapat potensi penguatan nilai tukar rupiah, yang dipicu oleh meredanya kekhawatiran terhadap suku bunga yang diumumkan oleh The Fed.

Menurut Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, dalam jangka pendek, perhatian pasar terfokus pada hasil pertemuan The Fed pada akhir Oktober lalu. Diperkirakan bahwa Bank Sentral AS akan menjaga suku bunganya tetap stabil dan memberikan indikasi bahwa The Fed berencana mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam periode yang lebih panjang.

“Adapun volume perdagangan pasar mata uang diperkirakan agak terbatas pada minggu ini, karena ada libur Thanksgiving di AS,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Ibrahim menyampaikan bahwa sentimen dari luar negeri juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral China yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman pada tingkat rekor terendah, sebagai langkah untuk merangsang pemulihan ekonomi di tingkat lokal. Selain itu, Bank tersebut telah menyuntikkan sekitar 80 miliar yuan likuiditas ke dalam perekonomian, dengan mayoritas dana tunai tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pihak berwenang di China juga berkomitmen untuk memberikan lebih banyak dukungan kebijakan bagi sektor properti yang menghadapi tekanan di negara tersebut. Sementara itu, di tingkat dalam negeri, pelaku pasar menunjukkan optimisme terhadap proyeksi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia pada tahun 2024, yang diperkirakan tetap tinggi. Optimisme ini didorong oleh kegiatan ekonomi yang dipicu oleh pelaksanaan pemilu.

“Pelaksanaan pemilu akan menggerakkan perekonomian dengan memicu belanja domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tetap berkisar antara 5-6% karena daya beli masyarakat yang masih kuat,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, konsumsi masyarakat pada kuartal III 2023 tetap stabil, tercermin dari kondisi pasokan dari sektor manufaktur yang terus berada di zona ekspansif dengan indeks manufaktur (PMI) di atas 50 persen. Untuk perdagangan hari ini, Selasa (21/11/2023), Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat di kisaran Rp15.400- Rp15.510 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Senin (20/11/2023), rupiah ditutup menguat 0,31% atau 47,50 poin ke level Rp15.445 per dolar AS. Hingga pukul 15.15 WIB, hampir seluruh mata uang Asia juga melaju dengan perkasa. Tercatat, yen Jepang menguat 0,49%, dolar Taiwan menguat 0,57%, won Korea Selatan menguat 0,37%, yuan China menguat 0,55%, dan ringgit Malaysia menguat 0,24%.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama global tampak melemah 0,26% atau 0,27 poin ke 103,66. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan rupiah cenderung menguat setelah dibuka di level Rp15.404 per dolar AS.

Kondisi ini melanjutkan kenaikan pekan lalu, di mana rupiah terapresiasi 1,30% selama sepekan didukung oleh data inflasi AS yang tercatat lebih rendah dari perkiraan sehingga membawa optimisme terhadap kebijakan moneter The Fed.

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads