Semen Indonesia : Kami Masih Menghadapi Sejumlah Tantangan

Muhammad Kemal Farezy Nov 19, 2021 0 Comments
Semen Indonesia : Kami Masih Menghadapi Sejumlah Tantangan

Jakarta, BisnisPro.id – Peningkatan beban produksi di tengah penjualan semen yang masih menantang menyebabkan pertumbuhan kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) cenderung lebih lambat dari perkiraan semula. Selain itu, persaingan di industri semen nasional makin ketat.

Adapun keputusan Semen Indonesia menaikkan harga jual semen, seiring kenaikan beban produksi, diharapkan menjadi katalis positif menjelang akhir tahun ini.

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengungkapkan, dampak dari peningkatan biaya bahan baku di tengah lambatnya pertumbuhan volume penjualan semen domestic terlihat dari rendahnya pertumbuhan kinerja keuangan Semen Indonesia hingga kuartal III-2021.

Perseroan hanya mampu mencetak volume penjualan semen sebanyak 29,9 juta ton hingga September 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 29,1 juta ton. Sedangkan rata-rata harga jual semen perseroan turun dari Rp 880 ribu per ton menjadi Rp 848 ribu per ton. Biaya bahan baku naik sebesar 12,9% dari Rp 42 ribu per ton menjadi Rp 48 ribu per ton.

Kondisi tersebut memicu penurunan pendapatan Semen Indonesia menjadi Rp 25,33 triliun hingga kuartal III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 25,62 triliun. Laba bersih turun sekitar 10% dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,38 triliun, sejalan dengan penurunan margin keuntungan bersih perseroan dari 6% menjadi 5,5%.

“Seiring dengan peningkatan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku dan energi mendorong kami untuk merevisi turun target kinerja keuangan Semen Indonesia tahun 2021-2023. Sedangkan kenaikan harga jual produk berkisar 4-5% pada Oktober dan selajutnya berkisar 6-7% diharapkan menjadi pendongkrak keuntungan kuartal terakhir tahun ini hingga 2022,” tulis Ryan dalam risetnya.

Meski harga jual perlahan- lahan dinaikkan, dia memilih untuk tetap memangkas turun target laba bersih Semen Indonesia tahun ini dari Rp 2,87 triliun menjadi Rp 1,94 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan diturunkan dari Rp 37,84 triliun menjadi Rp 35,60 triliun.

Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun 2022 diperkirakan masing-masing Rp 37,55 triliun dan Rp 2,49 triliun.

Besarnya tantangan yang dihadapi perseroan dan realisasi kinerja keuangan yang di bawah target hingga September 2021 mendorong RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham SMGR menjadi Rp 10.600 dengan rekomendasi beli. Rekomendasi tersebut menggambarkandukungan terhadap keputusan manajemen menaikkan harga jual semen pada kuartalterakhir tahun ini.

Revisi turun target kinerja keuangan Semen Indonesia juga disampaikan oleh analisBRI Danareksa SekuritasMaria Renata melalui risetnya. Menurut dia, revisi turuntersebut menggambarkan perkiraan penurunan rata-rata harga jual semen perseroan sebesar 1% tahun ini, meski perseroan sudah mulai menaikkan harga jual berkisar 4-5% pada Oktober dan rencananya 6-7% pada November.

Pemicu utama pemangkasan target kinerja keuangan dipicu oleh lonjakan biaya produksi. Salah satunya, biaya pembelian batu bara diperkirakan meningkat 15% tahun ini dengan peningkatan terbesar diperkirakan terjadipada kuartal terakhir tahunini.

Sebagaimana diketahui,biaya energi berkontribusi sebanyak 33% terhadap beban manufaktur semen perseroan. Sedangkan beban energy sebanyak 70% disumbangkan pembelian batu bara. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih Semen Indonesia tahun ini dari Rp 3,25 triliun menjadi Rp 1,94 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan  turun dari estimasi semula Rp 41,44 triliun menjadi Rp 41,03 triliun. Sedangkan perkiraan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun 2022 diproyeksikan masing-masing Rp 42,35 triliun dan Rp 2,60 triliun.

Pemangkasan target kinerja keuangan mendorong BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target harga saham SMGR dari Rp 11.800 menjadi Rp 11.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Sedangkan katalis positif bagi perseroan datang dari keputusan manajemen untuk mengimplementasikan strategi multi brand untuk memitigasi penurunan pangsa pasar.

Sumber : Investor Daily

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads