Tangerang, BisnisPro.id – Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mengungkapkan bahwa sejumlah investor telah menanyakan prospek bisnis properti di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meskipun demikian, JLL Indonesia menilai bahwa pemindahan status ibu kota negara ke Nusantara tidak akan berdampak signifikan pada bisnis properti di Jakarta. Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, menjelaskan bahwa hal ini didorong oleh kematangan sarana infrastruktur yang sudah terbangun di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Terkait dengan pertanyaan pemindahan ibu kota, bagaimana dampaknya pada properti Jakarta sebetulnya memang kalau kita lihat sejauh ini belum ada dampak signifikan,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/5/2024).
Yunus menegaskan, sarana konektivitas di Jakarta telah terbangun kuat sehingga diproyeksi sejumlah properti di Jakarta masih akan ramai dilirik oleh para investor hingga end user.
Sebagai contoh, Yunus menambahkan bahwa sektor perkantoran hingga bisnis pergudangan di Jakarta diprediksi tetap bergeliat, didorong oleh konektivitas jalan tol yang akan menjadi katalis positif bagi distribusi logistik di Jakarta. Kendati demikian, pada saat yang sama, JLL mengaku telah banyak menerima pertanyaan dari sejumlah calon investor mengenai pasar properti di Kalimantan, khususnya di Nusantara.
“Tapi memang kami juga sudah dapat banyak pertanyaan dari investor terkait peluang di IKN dari sisi capital market di Nusantara seperti apa. Tapi kalau misalnya kaitannya dengan properti di Jakarta, apakah sudah ada tenant perkantoran yang menyampaikan akan pindah ke sana, kita belum dengar hal itu,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pemindahan ibu kota ke Nusantara akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal pemindahan ini akan ditandai dengan pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN pada 17 Agustus 2024. Saat ini, pembangunan IKN tahap I dilaporkan telah mencapai 81% hingga periode Mei 2024.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa sejumlah proyek ditargetkan siap beroperasi secara bertahap mulai Juni hingga awal Agustus 2024.
“Insyaallah sudah siap semuanya secara bertahap untuk menyambut perayaan Upacara 17 Agustus 2024 mendatang,” tuturnya.
Perinciannya, sejumlah proyek yang ditargetkan siap beroperasi sebelum 17 Agustus 2024 antara lain Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku, jaringan pipa transmisi dan distribusi, serta reservoir air KIPP IKN yang berkapasitas 2 x 6.000 liter. Selain itu, multi-utility tunnel (MUT) sepanjang 26 km dan Bendungan Sepaku Semoi diproyeksikan terisi penuh (16 juta m³) pada akhir Mei 2024, dengan hanya tersisa 0,5 meter lagi sampai pada tinggi puncak spillway (limpas).
Basuki juga mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan lapangan upacara atau plaza ceremony telah mencapai 90%, dengan kondisi rumput yang tumbuh subur dan rapi. Pembangunan Istana Presiden telah mendekati 70%, sementara gedung Kantor Presiden mencapai 83%, dengan pekerjaan yang sedang memasuki tahap pemasangan bilah akhir, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan pemipaan (MEP) serta interior. Kedua bangunan tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2024. Selain itu, pembangunan rumah susun (rusun) untuk para aparatur sipil negara (ASN) yang akan pindah ke IKN ditargetkan selesai sebanyak 10 tower pada Juli 2024.


