Geliat Emas 9 Desember 2021, Masih Terkerek Pelemahan Dolar AS?

Admin Dec 9, 2021 0 Comments
Geliat Emas 9 Desember 2021, Masih Terkerek Pelemahan Dolar AS?

Jakarta, BisnisPro.id – Harga emas berjangka untuk pegiriman Februari di Comex New York Exchange terpantau melemah 0,09 persen atau 1,6 poin ke level US$1.783,90 per troy ounce pada pukul 08.10 WIB.

Harga emas bergerak variatif pada awal perdagangan hari ini, Kamis (9/12/2021). Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka untuk pegiriman Februari di Comex New York Exchange terpantau melemah 0,09 persen atau 1,6 poin ke level US$1.783,90 per troy ounce pada pukul 08.10 WIB. Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,03 persen atau 0,49 poin ke US$1.783,48 per troy ounce.

Emas menguat tipis pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (8/12) karena pelemahan dolar mengimbangi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat. Sementara itu, investor tengah menyesuaikan posisi investasi mereka menjelang rilis data harga konsumen AS akhir pekan ini. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Comex New York Exchange naik US$0,8 atau 0,04 persen, ditutup pada US$1,785,50 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (7/12/2021), emas berjangka terkerek US$5,2 atau 0,29 persen menjadi US$1.784,70.

“Satu-satunya tekanan yang diperoleh emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi kenaikan imbal hasil cukup terbatas,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan menguat, meredupkan daya tarik emas. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, kenaikan emas dibatasi karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengusaha AS mencatat 11 juta pekerjaan terbuka pada Oktober, hampir menyamai rekor tertinggi yang dicapai pada Juli dan tanda bahwa perusahaan-perusahaan cukup percaya perekonomian akan berkembang.

Emas mendarat di kisaran US$1.780-1.800 per ounce, menunggu isyarat dari Federal Reserve AS dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, Streible menambahkan. Laporan IHK yang akan dirilis pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi garis waktu Fed mengurangi dukungan ekonominya sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada 14-15 Desember.

Ricardo Evangelista, Analis Senior di ActivTrades, mengatakan narasi bergesernya kebijakan bank sentral menjadi ketat kemungkinan akan mendorong dolar AS sehingga setiap kenaikan emas kemungkinan akan terbatas. Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.

Harga emas Comex turun 1,60 poin atau 0,09 persen ke US$1.783 per troy ons. Sementara itu, harga emas spot naik 1,36 poin atau 0,08 persen ke US$1.784,35 per troy ons. Tim Riset Monex Investindo Future (MIFX) mengatakan harga emas berpeluang semakin tertekan oleh Pfizer mengatakan bahwa suntikan booster vaksin virus coronanya efektif terhadap varian Omicron.

Studi awal menunjukkan bahwa mereka yang terpapar Covid-19 ditambah dua suntikan atau mereka yang mendapatkan dosis ketiga bisa sangat terlindungi dari strain yang sangat bermutasi. Harga emas juga berpotensi tertekan karena bank sentral Amerika Serikat yang terus menyuarakan pandangan hawkish dan kemungkinan pemangkasan pembelian obligasi Federal Reserve AS yang lebih cepat dari ekspektasi.

Terkait perkembangan Virus Corona di Prancis dan Jerman mengumumkan tindakan pembatasan sosial. Kemudian Inggris juga berencana kemungkinan kembali memberlakukan pembatasan sosial di tengah meningkatnya penularan di Eropa berpeluang membatasi penurunan tersebut.

“Pada hari ini, harga emas berpeluang dijual untuk menguji level support di US$1.775 selama harga tertahan di bawah level resistance US$1.786,” jelas Tim Riset MIFX dalam riset harian, Kamis (9/12/2021).

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads