Harga Minyak Mentah di Pasar Global Naik ke Level Tertinggi Selama 3 Tahun

Dian Ardiansyah Jan 10, 2018 0 Comments
Harga Minyak Mentah di Pasar Global Naik ke Level Tertinggi Selama 3 Tahun

BisnisPro.Id – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik US$1,23 atau sekitar 2% menjadi US$62,96 per barel di bursa berjangka New York, Amerika Serikat (AS). Itu adalah level tertinggi WTI sejak Desember 2014 di posisi US$63,24 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent juga ditutup menguat US$1,04 atau 1,5% menjadi US$68,82 per barel. Pada perdagangan kemarin, harga Brent ini sempat mencapai US$69,08 per barel, yang sekaligus menjadi harga tertinggi sejak Mei 2015.

Demikian dilaporkan Reuters di New York, Selasa (09/01/2018) petang, atau Rabu (10/01/2018) dini hari WIB.

Pemangkasan pasokan minyak mentah ke pasar global yang dilakukan negara pengekspor minyak OPEC bersama Rusia menjadi faktor utama kenaikan harga minyak mentah di pasar global.

Disamping itu, kenaikan itu juga dipicu oleh cadangan minyak mentah AS diperkirakan bakal terus terpangkas setelah mengalami penurunan selama delapan pekan berturut-turut.

Menurut data American Petroleum Institute, cadangan minyak mentah negara Paman Sam tersebut hingga kini telah mengalami penyusutan sebanyak 3,9 juta barel.

Sementara itu, seorang analis Standard Chartered, mengungkapkan, permintaan minyak mentah diperkirakan bakal melewati pertumbuhan pasokan dari berbagai negara non-OPEC pada 2018-2019.

“Kami menilai, harga WTI dan Brent masih terbilang rendah. Kami memperkirakan harga minyak tidak akan turun hingga ke bawah US$65 per barel dalam jangka menengah,” ujar analis tersebut.

Kenaikan harga minyak mentah tersebut mendorong para produsen minyak mentah, yang telah menderita akibat penurunan harga pada 2014 lalu itu, menikmati rally harga tersebut. Kendati demikian, mereka khawatir hal itu akan memacu pasokan saingannya. Pasalnya Iran berpendapat anggota OPEC tidak tertarik pada kenaikan harga minyak.

Kenaikan harga minyak tersebut juga diperkirakan bakal mendorong lonjakan produksi minyak mentah AS pada 2018. Itu sekaligus untuk mengimbangi kebiajakan pembatasan yang dipimpin OPEC dan Rusia.

Badan Informasi Energi AS mengungkapkan, produksi minyak mentah AS diprediksi dapat melampaui 10 juta barel per hari pada Februari 2018. Volume produksi minyak mentah AS diperkirakan naik menjadi rata-rata sebanyak 10,04 juta bph pada triwulan I-2018.

Bahkan para analis sepakat berasumsi bahwa kenaikan share-oil AS dapat mendorong OPEC dan Rusia enggan mempertahankan kesepakatan pemangkasan volume produksi untuk mengurangi pasokan hingga akhir tahun ini karena takut kehilangan segmen pasar.

Menurut Fawad Razaqzada, analis teknikal Forex.com, jika WTI dapat kembali ke bawah harga tertingginya pada 2017 di posisi US$60,48 per barel, atau ke harga pada awal 2018 sebesar US$60,09 per barel, maka harga minyak secara teknikal bakal turun pada tahun ini.

“Akan tetapi, harga minyak saat ini masih berada di atas US$60 per barel sehingga pergerakannya masih cenderung naik. Bahkan harga tersebut dapat mencapai kisaran US$65-75 per barel pada tahun ini seiring berlanjutnya pemangkasan pasokan ke pasar global dan penurunan cadangan minyak mentah AS,” imbuh Fawad. (AS).

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads