Prospek Penyewaan Perkantoran CBD Jakarta Makin Berkembang

Admin Aug 27, 2021 0 Comments
Prospek Penyewaan Perkantoran CBD Jakarta Makin Berkembang

Jakarta, BisnisPro.id – Saat ini dari total persediaan di CBD, pasokan Grade A mendominasi yakni sekitar 40 persen, diikuti pasokan Grade B sekitar 27 persen dan pasokan Grade Premium sekitar 24 persen. Sementara itu, pasokan Grade C menyumbang sekitar 9 persen dari total stok.

Savills Indonesia memprediksi pasar perkantoran di central business district (CBD) Jakarta akan menerima lebih dari 800.000 meter persegi potensi pasokan selama 3 tahun ke depan.

Director Head of Research and Consultancy Savills, Anton Sitorus mengatakan tambahan pasar perkantoran dalam 3 tahun ke depan yakni 800.000 terdiri dari 282.000 meter persegi yang akan memasuki pasar pada tahun ini dan lebih dari 382.000 meter persegi pada 2022. 

Adapun saat ini total stok ruang perkantoran mencapai 6,84 juta meter persegi. Pada semester I tahun 2021, terdapat dua proyek besar baru, RDTX Place dan Trinity Tower yang menyediakan sekitar 164.000 meter persegi pasokan tambahan ke pasar. 

Dari total persediaan di CBD, pasokan Grade A mendominasi yakni sekitar 40 persen, diikuti pasokan Grade B sekitar 27 persen dan pasokan Grade Premium sekitar 24 persen. Sementara itu, pasokan Grade C menyumbang sekitar 9 persen dari total stok.

Menurutnya, dengan lebih banyak bangunan baru yang menawarkan kualitas yang jauh lebih baik dan paket sewa yang menarik, permintaan dari penyewa yang berkembang serta pertumbuhan e-commerce dan perusahaan teknologi yang mencari perusahaan kantor di lokasi perwakilan kemungkinan akan tumbuh juga.

“Namun, mengingat situasi pandemi saat ini terutama setelah varian delta baru yang dimulai pada bulan Juli, kami memperkirakan bahwa setiap pertumbuhan permintaan kantor akan sangat bertahap,” ujarnya dalam laporan yang dikutip, Kamis (26/8/2021). 

Anton memperkirakan permintaan ruang kantor CBD akan meningkat menjadi sekitar 26% pada akhir 2021 dan meningkat lebih lanjut menjadi sekitar 27 persen pada tahun depan. “Sebelum mereda di periode selanjutnya dengan dukungan pasokan-permintaan yang lebih seimbang,” katanya. 

Dia memperkirakan persaingan antar pemilik ruang kantor yang mempertahankan penghuninya akan terus berlanjut. Oleh karena itu, dia berharap akan ada penawaran sewa menarik yang terus diberikan pemilik perkantoran terutama pemilik proyek baru untuk mengisi ruang kantor. 

Adapun sebagian besar pasokan masa depan yang berasal dari bangunan Kelas Premium dan Kelas A sehingga calon penyewa akan mendapatkan keuntungan dari banyak pilihan ruang berkualitas baik dengan harga sewa yang terjangkau.

“Kami melihat ada koreksi sewa lebih lanjut di semua kelas tahun ini dan pada 2022 rerata masing-masing sebesar minus 6 persen dan  minus 4 persen per tahun. Harga sewa kemungkinan akan meningkat secara bertahap mulai tahun 2023 dan seterusnya seiring dengan perkiraan pertumbuhan penghuni pasar,” tutur Anton. 

Harga sewa di CBD selama semester I tahun 2021 turun 3,7 persen dibandingkan dengan akhir tahun lalu, dengan gedung Grade A dan Premium Grade mengalami koreksi substansial sekitar 5 persen. Rerata harga sewa kini Rp191.600 per meter persegi per bulan. 

Bangunan kelas premium saat ini mengenakan biaya sewa Rp307.300 per meter persegi per bulan, sedangkan bangunan Kelas A rerata Rp211.800 per meter persegi per bulan.

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads