Rupiah Versus Dolar AS Hari Ini, 22 Desember 2022

Muhammad Kemal Farezy Dec 22, 2022 0 Comments
Rupiah Versus Dolar AS Hari Ini, 22 Desember 2022

Tangerang, BisnisPro.id – Keperkasaan nilai tukar mata uang garuda, rupiah hari ini dipercaya menguat di tengah rilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar 21-22 Desember 2022. Ibrahim Assuaibi selaku Direktur PT Laba Forexindo Berjangka mengatakan, rupiah hari ini berpeluang mengawali perdagangan dengan berfluktuatif, namun punya potensi ditutup menguat pada rentang Rp15.560-Rp15.620 per dolar Amerika Serikat.

Sebelumnya pada kemarin (20/12/22), Dolar Amerika Serikat stabil terhadap mata uang lainnya akibat Bank of Japan yang mengejutkan pasar dengan perubahan kebijakan. Hal ini membuka jalan berakhirnya kebijakan moneter yang ultra-akomodatif di Jepang.

“Bank of Japan terpaksa melakukan intervensi untuk mendukung mata uangnya pada Oktober setelah penurunan tajam yen tahun ini, sebagian besar didorong oleh melebarnya kesenjangan antara suku bunga lokal dan AS,” ujar Ibrahim dalam riset, dikutip Kamis (22/12/2022).

Dari Eropa, Bank of England kian mendekati siklus pengetatan suku bunga. Besarnya defisit neraca berjalan Inggris juga membuat poundsterling rentan dalam perlambatan global. Sementara pasar Asia terbebani oleh situasi Covid-19 yang tidak pasti di China. Negara tersebut mengalami peningkatan kasus yang drastis usai melonggarkan beberapa pembatasan pada awal bulan ini.

Dari sisi global, potensi resesi global pada 2023 menjadi faktor melemahnya mata uang kawasan Asia khususnya rupiah kemarin. Pasar khawatir pergerakan hawkish dari bank sentral dan kenaikan inflasi menghambat pertumbuhan perekonomian tahun depan.

Adapun sejumlah lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akibat tekanan dari perekonomian global. Ibrahim menilai hal ini wajar karena adanya tantangan berat bagi perekonomian global.

“Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat menjadi 4,8 persen dari tahun ini yang diperkirakan mencapai 5,2 persen,” ujar Ibrahim. Asian Development Bank (ADB) semulai memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4 persen pada 2023.

Namun, ADB merevisi proyeksinya menjadi 5 persen. Kemudian Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menurunkan proyeksinya dari 5,3% menjadi 4,7% pada tahun depan. Hal sama juga dilakukan oleh International Monetary Fund (IMF) yang semulai memproyeksikan pertumbuan ekonomi Indonesia 2023 di 5,3 persen menjadi 5 persen.

Menko Perekonomian Airlangga menilai pemotongan proyeksi dan angka yang diproyeksikan masih sejalan dengan perkiraan pemerintah. Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2023 menargetkan perekonomian tumbuh 5,3%.

“Walaupun target 5,3% melampau sejumlah lembaga internasional. Namun, pemerintah optimistis angka tersebut akan tercapai,” ujar Ibrahim.

Rupiah akan dibuka menguat 0,12% atau 18 poin ke Rp15.569,50 per dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan.  Adapun indeks dolar Amerika Serikat melemah 0,15 persen atau 0,16 poin ke 104. 

Leave a Reply

Leave a facebook comment

[TheChamp-FB-Comments num_posts="5"]