PUPR Membawa Kearifan Lokal Lewat Proyek Rusun Megamendung

Muhammad Kemal Farezy Oct 27, 2021 0 Comments
PUPR Membawa Kearifan Lokal Lewat Proyek Rusun Megamendung

Jakarta, BisnisPro.id – Pembangunan rumah susun (rusun) yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sejumlah daerah tidak melupakan desain bangunan yang mengandung unsur kearifan lokal. Salah satunya menggunakan ornamen fasad mega mendung  dan atap julang ngapak pada kanopi teras rusun yang dibangun di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Kami berupaya agar pembangunan rusun selalu memasukkan desain yang mengadung unsur kearifan lokal daerah. Jadi, ada ciri khas daerah yang tampak dari bangunan rusun tersebut,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangannya, Selasa (26/10).

Menurut Khalawi, Kementerian PUPR akan terus mendorong pembangunan rusun untuk memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat. Para penerima manfaat rusun pun beraneka ragam, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/ Polri, mahasiswa, serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pembangunan rusun merupakan salah satu solusi dalam pemanfaatan lahan untuk perumahan. Selain mengoptimalkan lahan yang ada, rusun memiliki daya tampung yang cukup banyak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan, Kiagoos Egie Ismail, menambahkan, dalam pembangunan rusun yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat, dibangun dengan desain yang tidak melupakan unsur kearifan lokal, yaitu dengan menggunakan ornamen fasad mega mendung.

Hal itu tampak pada bagian bangunan dan juga atap julang ngapak pada kanopi teras utama. Dia menyampaikannya dengan didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat Ditto Ferakhim serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat Rifi Firdaus

“Ornamen fasad mega mendung merupakan ciri khas daerah Provinsi Jawa Barat. Kami harap, generasi muda dan masyarakat Jawa Barat bisa ikut memiliki kebanggaan atas kearifan lokalnya,” tutur Kiagoos.

Lebih lanjut, dia menerangkan, beberapa rusun di Jawa Barat yang menggunakan ornamen  fasad mega mendung, antara lain rusun Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandang dan Pengemis Pangudi Luhur Kementerian Sosial di Bekasi Timur.

Pembangunan rusun yang menelan biaya pembangunan Rp 28,32 miliar tersebut memiliki kapasitas 93 unit hunian tipe 24 dengan ketinggian lima lantai.

Selanjutnya, ada rusun untuk mahasiswa Universitas Djuanda dan STKIP NU Indramayu. Pembangunan kedua rusun yang menelan biaya pembangunan Rp 25 miliar tersebut masing-masing memiliki kapasitas 43 unit hunian tipe 24 dengan ketinggian tiga lantai.

“Kami juga berharap kepada pihak kontraktor untuk tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proses pembangunan hunian vertikal tersebut. Ketiga rusun itu ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini,” pungkas Kiagoos.

Sumber : Investor Daily

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads