Sektor Ritel & Pasar Properti Mulai Optimis : Akibat Relaksasi

Admin Sep 22, 2021 0 Comments
Sektor Ritel & Pasar Properti Mulai Optimis : Akibat Relaksasi

Jakarta, BisnisPro.id – Konsultan properti Savills Indonesia menyebut bahwa, relaksasi atas penerapan aturan jarak sosial yang ketat yang disebut Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang dikenal sebagai PPKM level 4) sedikit melegakan pengusaha dan peritel. Optimisme pasar pun tumbuh kembali.

“Relaksasi PPKM di Jakarta belakangan ini sedikit melegakan. Dimana sebelumnya membebani pemilik dan penyewa karena mal tidak diizinkan untuk dibuka,” kata Director Research Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, dalam siaran pers, Selasa (21/9/2021)

Namun, kata Anton, banyak analis tetap berhati-hati, keputusan terbaru dari pemerintah pusat untuk menurunkan PPKM ke level 3 (yang memungkinkan mal beroperasi di bawah aturan tertentu) kemungkinan akan mendukung kepercayaan pengecer dan mendorong penduduk setempat untuk kembali ke mal.

Ke depan, kata Anton, bakal ada total pasok ruang ritel sekitar 373.000 m2 pasokan baru dijadwalkan memasuki pasar ritel di Jakarta antara tahun 2021 dan 2023, di mana sekitar 104.000 m2 akan memasuki pasar pada tahun 2021 dan 114.000 m2 lainnya pada tahun 2022.

“Sewa diproyeksikan pulih dari perlambatan pada tahun 2020 secara bertahap dalam dua tahun ke depan dan kembali ke tingkat sebelum Covid pada tahun 2023,” katanya.

Anton juga melihat ada optimisme sektor ritel ini. Hal ini didasarkan pada pertumbuhan konsumsi selama beberapa bulan terakhir yang didukung oleh peningkatan kuat dalam pertumbuhan PDB (produk domestik bruto).

“Kami berharap untuk melihat tingkat penawaran-permintaan yang lebih seimbang selama dua tahun ke depan yang akan menjaga tingkat kekosongan dari kenaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Optimsme juuga terlihat dengan adanya tambahan pasokan 2021 dimulai dengan pembukaan dua pusat perbelanjaan baru Hub Life @ Mal Taman Aggrek Residence dan Mal Pondok Indah 3. Kedua proyek tersebut memberikan kontribusi sekitar 61.500 m2 ruang ritel baru untuk segmen kelas atas. Dengan penambahan tersebut, total stok ritel di Jakarta meningkat menjadi sekitar 3,3 juta m2.

Dari total stok ritel Jakarta, mal kelas menengah ke atas mendominasi pasar sekitar 40%, diikuti mal kelas atas, sedangkan mal kelas atas dan pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah memiliki porsi yang hampir sama yaitu sekitar 12%-13% dari total.

Sementara itu, mal juga saat ini perlu beradaptasi dengan perubahan kondisi dan secara konsisten menerapkan pendekatan ‘norma baru’ bagi penyewa dan pengunjungnya. “Pemilik mal perlu meningkatkan strategi mereka untuk mengintegrasikan model e-ritel dan platform online ke dalam operasi mereka agar dapat bersaing dengan pengecer online dan e-commerce,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads