Target Capai 600%, Bisnis Adhi Commuter Makin Optimis

Admin Nov 15, 2021 0 Comments
Target Capai 600%, Bisnis Adhi Commuter Makin Optimis

Jakarta, BisnisPro.id – PT Adhi Commuter Properti (ADCP) dinilai memiliki prospek bisnis yang prospektif karena didorong oleh pulihnya sektor properti dan adanya insentif pemerintah termasuk perbankan. Bahkan, serapan pasar anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini melonjak hingga 600%. 

Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman mengungkapkan, di tengah tekanan pandemi yang cukup berat, ADCP mampu bertahan dengan memberikan portofolio serapan pasar yang membaik. Pad kuartal III dan IV tahun lalu misalnya, Adhi Properti telah menunjukkan pemulihan yang cukup signifikan.

Ini tercermin dari serapan pasar perseroan pada kuartal IV-2020 yang terbilang lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2020. Diikuti dengan serapan pada di semester I-2021 yang secara yoy lebih besar dibandingkan 2020.

“Bahkan, di bulan-bulan tertentu, kenaikan persentase perseroan secara yoy meningkat dari 300 sampai 600%. Kami melihat, prospek bisnis properti ke depan sangat prospektif. Ditambah, adanya insentif pemerintah termasuk perbankan dan sektor properti yang menunjukkan pemulihan,” jelas Rizkan dalam konferensi pers, Jumat (12/11).

Untuk properti high risk, lanjut dia, bisnis properti berbasis transit (transit oriented development/TOD) juga tergolong cukup menonjol dan diterima baik oleh pasar. Karenanya, Rizkan berharap, Adhi Commuter dengan hunian berbasis TOD-nya dapat semakin diminati pasar.

Ditambah lagi, perseroan saat ini sedang menunggu LRT Jabodebek yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2022 mendatang. Rizkan meyakini, beroperasinya LRT tahap pertama tersebut akan meningkatkan minat pasar terhadap properti berbasis TOD.

Direktur Pengembangan Bisnis Adhi Properti Rozi Sparta mengatakan, ke depan pihaknya bakal fokus mengembangkan properti berbasis TOD di LRT Jabodebek tahap pertama khususnya di dua lokasi prioritas yaitu Cibubur-Cawang-Dukuh Atas dan Cawang-Bekasi Timur.

“Di trase Bekasi Timur-Cawang itu ada LRT Cikunir dan trase Cawang-Dukuh Atas tepatnya di tengah kota. Kami juga mengembangkan satu lokasi terbesar yang akan dikembangkan pada tahun depan yaitu LRT City Pancoran,” jelas Rozi.

Alhasil, perseroan menguasai 7 dari 17 titik pengembangan properti berbasis transportasi terutama yang terhubung dengan stasiun LRT. Ke depan perseroan juga bakal memperkuat posisi dengan pengembangan di lokasi tersebut. Dengan demikian, ADCP kini menguasai 9 titik dari 17 titik stasiun.

Rozi menambahkan, perusahaan juga akan melakukan diversifikasi portofolio dengan landed development sebagai salah satu sumber pendapatan atau development income bagi perusahaan properti.

“Kami menyadari, hal-hal tersebut dan kami mulai salah satunya dengan mengembangkan Adhi City Sentul sekitar 120 ha. Ke depan kami juga akan memperkuat posisi dan diversifikasi usaha terutama landed development di beberapa titik pengembangan yang masih terkoneksi dengan transportasi yang pengembangannya masih di daerah Jabodetabek,” papar Rozi.

Saat ini, perseroan baru mengembangkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sesuai peraturan yang ada. Namun, berdasarkan rencana pengembangan sesuai dilakukan MRT, terdapat potensi insentif penambahan KLB yang menarik karena konsep pengembangan berbasis TOD tersebut.

Oleh karena pengembangan properti yang dilakukan berbasis TOD, Rozi menyatakan, nilai tanah atau land value capture masih akan berpotensi meningkat seiring dengan adanya insentif peningkatan KLB khususnya di kawasan TOD.

“Properti TOD adalah investasi bagus karena memberikan imbal hasil superior kepada pemilik properti karena terintegrasi dengan LRT dan moda transportasi lainnya,” tuturnya. 

Sumber : Investor Daily

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads