WASKITA Garap Infrastruktur Air dan Bandara

Admin Sep 28, 2021 0 Comments
WASKITA Garap Infrastruktur Air dan Bandara

Jakarta, BisnisPro.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan kembali fokus pada core bisnis konstruksi terutama infrastruktur air, perkeretaapian, dan bandara. Kebijakan divestasi sejumlah ruas tol baik di Trans Jawa maupun Trans Sumatera menjadi strategi perseroan agar tidak lagi menjadi investor jalan tol.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, strategi dan bisnis Waskita ke depan akan refocusing pada bisnis konstruksi.

“Jadi kenapa tol banyak dilepas karena kita berharap Waskita tidak lagi menjadi investor. Tetapi kembali kepada core konstruksi utamanya air, jalan, dan perkeretaapian,” kata Kartika dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (27/9).

Karena itu, setelah Waskita menuntaskan pembangunan jalan tol pada 2025 nanti, jalan-jalan tol secara bertahap akan dilepas baik kepada sesama BUMN, pihak swasta, maupun Indonesia Investment Authority (INA)/Sovereign Wealth Fund (SWF).

Ia menegaskan, Waskita akan kembali kepada core bisnis awal pada 2025 supaya perseroan tidak lagi masuk pada investasi jangka panjang yang sebenarnya bukan core competence Waskita.

Selain itu, lanjut Kartika, pihaknya juga telah melakukan peningkatan manajemen keuangan komprehensif karena selepas dulu di Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Waskita merupakan perusahaan yang sehat.

Tapi kemudian diberikan banyak tugas, padahal kesiapan manajemen keuangan dan risikonya rendah. Untuk itu, Waskita ditata ulang agar kondisi mismatch antara cash flow jangka pendek dan jangka panjang yang massif tidak kembali terulang.

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono juga mengungkapkan penyebab utama Waskita mengalami kesulitan keuangan lantaran keputusan pengambilan proyek termasuk turnkey hanya dilakukan oleh satu atau dua orang direksi.

Kemudian, mekanisme keputusan investasi land bank belum diatur secara jelas. Penyebab lainnya, investasi yang berlebihan di bisnis jalan tol yang dibiayai pinjaman jangka pendek sehingga menjadi mismatch. Termasuk tidak adanya direktur yang membidangi manajemen risiko.

Kompetisi sesama BUMN Karya juga tidak sehat sehingga margin konstruksi sangat rendah. Ditambah lagi, tidak adanya sistem informasi terpadu bagi manajemen maupun manajer proyek untuk memantau profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas.

“Kami melakukan perbaikan dari transformasi untuk mengatur kewenangan pemutusan proyek dan investasi sekaligus mengaktifkan peran komisaris. Kemudian pembuatan BOD Chapter untuk mengatur peran dan interaksi dewan komisaris dan direksi,” ujarnya.  

Lebih lanjut, Destiawan juga telah menambah nomenklatur direktur manajemen risiko yang merangkap sebagai direktur keuangan dan perbaikan SOP untuk pemutusan secara prinsip pembentukan komite risiko konstruksi dan investasi, serta penentuan spesialisasi Waskita di bidang infrastruktur air dan bandara. Termasuk penerapan enterprise resourcing planning dan financial dashboard hingga level proyek konstruksi dan investasi.

Dari program restrukturisasi, ia menargetkan tiga pilar utama. Pertama, menjadi nomor satu di EPC dalam empat tahun ke depan. Kedua, market cap menjadi dua kali, dan ketiga Ebitda menjadi tiga kali.

Sementara, tiga pilar utama pendukung adalah portofolio dan bisnis inovasi, land construction dan digitalisasi yang pondasinya berada pada financial manajemen risiko dan talent engine. Saat ini, Waskita sedang mencanangkan 18 program break thru termasuk spesialisasi proyek konstruksi di segmen Sumber Daya Air (SDA) dan Bandara.

“Jadi overall dalam digitalisasi ini merupakan satu bisnis overview. Lalu likuiditas summary, debt summary, dan profit summary. Jadi ini adalah contoh dashboard financial Waskita. Kita akan melihat posisi likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas per bulan sehingga dari masing-masing  proyek akan dilihat kondisinya. Secara konsolidasi juga akan bisa dilihat kemampuan Waskita untuk bisa mengerjakan proyek baru dan kondisi keuangan dan cashflow di dalam dashboard ini,” tutup Destiawan. 

Leave a Reply

Leave a facebook comment

Kurs Hari Ini

Update Covid-19 Hari Ini

Banner Ads